Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

cukup kau saja

kau tau? aku mencintaimu sama seperti aku mencintai hujan. aku menyukaimu sama seperti aku menyukai bintang. aku mengagumimu sama seperti aku mengagumi langit. aku membutuhkanmu sama seperti aku membutuhkan udara. aku mengharapkanmu sama seperti aku mengharapkan pelangi. aku merindukanmu sama seperti aku merindukan mentari apa kau tau akan semua itu? semua itu terasa begitu nyata tapi begitu sulit pula untuk digenggam semua itu terasa begitu dekat tapi begitu sulit pula untuk diraih semua itu datang begitu saja dibenakku semua ini tentang kau saja tak perlu ada dia dan satu hal yang kutau lagi betapa dasyatnya makna kehadiranmu dihidupku kau bisa mengalihkan pandanganku dari kacaunya hidup begitu sulit bagiku tuk memungkiri bahwa kaulah hujan yang kucinta selama ini kaulah bintang yang kusukai selama ini kaulah langit yang kukagumi selama ini kaulah udara yang kubutuhkan selama ini kaulah pelangi yang kuharapkan selama ini dan kaulah mentari yang kurindu...

sosok itu

aku bahagia kau tau mengapa? karna aku dapat melihat sosokmu sosok yang kurindukan beberapa waktu ini sosok yang hanya dapat khayalkan sosok yang hanya muncul dimimpiku sosok yang selalu kuceritakan pada langit sosok itu memiliki senyum secerah langit hari ini begitu cerah sehingga begitu melekat di memoriku senyuman itu akan kusimpan dibenakku kuabadikan dalam bingkai dan kusimpan di memoriku sosok itu memiliki pancaran mata begitu tajam cukup untuk membuat hatiku gugup tetapi hatiku juga merasakan kenyamanan kenyamanan akan segala gundahku selama ini suaranya juga begitu tegas terdengar di telingaku suara yang selalu kurindukan suara yang benar2 ingin kudengar suara yang selalu terniang difikiranku betapa konyolnya tingkahku saat didekatmu aku tak tau mengapa gugup aku didekatmu bibirku kaku tak dapat menyatakan apapun walaupun sebenarnya begitu banyak yang ingin kuceritakan cerita tentang kerisauan hatiku disaat kau jauh disana sekali lagi aku sanga...

disudut yang tersembunyi

sore ini melalui jendela kamarku aku menyaksikan kembali langit mencurahkan butiran hujannya walau hanya butiran halus tetapi cukup membasahi jalanan cukup membawa kedamaian cukup juga membawa kembali memori kenangan kita bersama dengan butiran2 hujan ini ku titipkan sejuta rinduku padamu rindu yang tak pernah kuungkapkan rindu yang tak pernah kau tau hanya dengan hujan aku mengungkapkan semua gundah hatiku hanya dengan hujan kudapat bercerita tentangmu tanpa takut kau akan mengetahuinya sebenarnya aku tak nyaman dengan semua ini menyembunyikan rasa ini untukmu bahkan aku juga berfikir bahwa aku terlalu lemah terlalu lemah jika harus menahan rasa ini sendiri aku juga terlalu takut untuk mencintaimu dalam diam aku juga belum siap jika kau mengetauhi semua ini jadi menurutku lebih baik tetap merindukanmu bersama hujan tetap mencintaimu dalam diam tetap mengagumimu dari kejauhan dan selalu berharap apa yang kulakukan ini dapat membuatmu tetap dekat dengan denga...

kau dan pagi

pagi ini matahari kembali menyapaku menyapa hatiku dia mencoba tersenyum menghiburku menghibur dari kegelapan hatiku ini pagi ini langit begitu cerah mengingatkanku pada dirimu kau yang mencerahkan hariku dirimu yang menjadi penyejuk hatiku kau yang menjadi sandaran hatiku kau yang menjadi arti dalam hidup ini tapi saat ini aku mendapat resah yang teramat resah karna merindukanmu resah karna tak dapat melihat dirimu resah karna tak dapat melihat senyummu resah karna tak melihat candamu aku benar-benar ingin melihatmu di setiap hariku melihatmu walau hanya melalui celah kecil melihatmu dalam bisu melihatmu yang terus membelakangiku kau tau? melihat senyummu saja hatiku merasa damai aku lebih nyaman begini tetap menjadi pengagum rahasiamu

bahagia itu kamu

dikegelapan malam ini aku membisu aku masih tetap meridukanmu dalam gelap mencoba mencari makna disetiap tatapanmu tetapib tak kunjung kudapati tatapan yang bearti untukku yang kulihat hanya tatapan yang sama sama seperti tatapan mu kepada mereka tatapan yang biasa tanpa makna malam ini aku masih berharap suatu saat tatapan itu akan berubah menjadi tatapan tulus penuh makna penuh cinta dan harap teteapi aku mugkin terlalu berlebihan mengharapkan hal itu karna kusadari walau hanya tatapan biasa tatapan itu sudah cukup membuat hatiku tenang dan cukup mengukir senum diwajahku dan perlu kau tau aku sudah cukup bahagia hanya dengan melihatmu karna apapun yang kaulakukan sepertinya sempurna dimataku