Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Ini adalah kisah si datang, si pergi, dan si pulang

Setiap proses pertemuan pasti menyisahkan kisahnya sendiri Ada yang hanya sekedar datang tanpa makna Ada pula yang datang dan tetap tinggal Ada yang pergi tanpa meninggalkan jejak Ada juga yang pergi sembari mencubit Ini bukan hanya sekedar proses hidup Tetapi ini proses menuju kehidupan yang lebih Dimana kita belajar menerima dan merelakan Karena suatu yang datang pasti akan pergi Dan suatu yang pergi itu akan terganti Tapi ada saat dimana yang pergi akan pulang Dengan kedatangan yang baru Yang tidak akan pernah sama dengan sebelumnya Ini hanya tentang waktu dan rasa yang berbeda Tergantung apa yang dia bawa pada saat pulang Apakah dia pulang dengan kesungguhan Atau dia pulang hanya karena terluka Apapun yang dibawanya saat dia pulang Jika itu kesungguhan aku akan menerimanya Dan jika itu luka aku akan menutupinya semampuku Ini hanyalah keinginan ku yang datang dari “sini” **** Untuk seseorang yang pada saat ini pergi Dan kuharapkan kepulangannya pada ...

Berjalanlah sesuai jalur masing-masing

Dia si pejalan kaki…. Masih terus berjalan dengan tujuan yang pasti Berjalan perlahan dan pada tempatnya Mungkin bisa dibilang lamban dan penuh keraguan Tetap menunduk walau sesekali menatap tujuannya Cara dia berjalan menunjukkan rasa ragu dan takut Dia sangat ingin mencapai tujuannya Tapi disatu sisi dia tidak siap dengan tujuan itu Si pejalan kaki tidak dapat menegaskan hatinya Sampai pada separuh perjalanannya gangguan pun datang si pengendara bermotor …. Dengan kencang melaju menuju tujuan yang sama Dia tidak melaju pada tempatnya yang sudah tersedia Dia lebih memilih merebut tempat si pejalan kaki Sehingga melukai si pejalan kaki yang berjalan menunduk Sehingga mendahului si pejalan kaki yang lamban Apa yang salah dengan manusia saat ini? Mengapa tidak berjalan dijalurnya masing-masing? Mengapa harus mengusik kenyamanan orang? Semoga si pejalan kaki diberi kesabaran dan dapat mencapai tujuannya dan untuk si pengendara bermotor kembali kejalannya