Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Semuanya ada alasannya

Hai  langit… Tak ada lagi tempatku mengadu saat ini Dia yang biasa menjadi tempatku mengadu sedang berada dipangkuan ibunya. Ibuku? Haruskah aku mengadukan hal yang tidak penting seperti ini? Ibuku hanya menjadi tempatku pulang ketika aku muak dengan dunia. Sebab itu aku memilih mu sebagai alternatif. Tak usah memandangku begitu bukan aku monomer sekiankanmu. Seharusnya kau bangga bisa membantu disaat genting seperti ini. Sudahlah, mengapa kita membahas siapa yang lebih dinomer satukan. Kalau aku hanya memendam ini kurasa aku akan mati sekarang. Hati ini sudah terlalu padat dan sesak sehingga tidak ada ruang kosong  untuk aku menenangkan diri dari setiap kepenatan dunia. kepala ini pun sudah terlalu dipenuhi oleh pemikiran jahat sehingga aku tidak dapat berfikir jernih akan masalah ini. aku tau kau akan mencercaku! tapi pernahkah kau memikirkan ada sosok yang sebenarnya lebih pantas dicerca? bukan aku melimpahkan keburukanku terhadap orang lain. tetapi tak...

Tapi pada nyatanya

Ada hal yang terkadang kusembunyikan Tapi padahal ingin kuteriakkan Hal-hal yang terlalu sakit jika kupendam Tapi terlalu memalukan untuk kuungkapkan Terkadang aku merasa hati ini cukup kuat Tapi pada dasarnya hati ini terlalu lemah Hati yang kuyakini akan terus bertahan Tapi pada nyatanya hati ini ingin menyerah Aku terlalu naïf jika menyalahkan hatiku Karna pada nyatanya hati ini tidak mungkin salah Aku hanya perlu melatih hati ini Agar dia terbiasa mengesampingkanmu sejenak Hatiku selama ini hanya disibukkan tentangmu Sehingga aku membuang waktuku percuma Tetapi  pada kenyataannya sangat berbeda   Hati ini hanya mampu menyembunyikanmu Menyembunyikanmu disudut tersembunyi Agar tak satupun orang tau rasa ini Bahwa sebenarnya aku masih bertahan untukmu