Semuanya ada alasannya
Hai langit… Tak ada lagi tempatku mengadu saat ini Dia yang biasa menjadi tempatku mengadu sedang berada dipangkuan ibunya. Ibuku? Haruskah aku mengadukan hal yang tidak penting seperti ini? Ibuku hanya menjadi tempatku pulang ketika aku muak dengan dunia. Sebab itu aku memilih mu sebagai alternatif. Tak usah memandangku begitu bukan aku monomer sekiankanmu. Seharusnya kau bangga bisa membantu disaat genting seperti ini. Sudahlah, mengapa kita membahas siapa yang lebih dinomer satukan. Kalau aku hanya memendam ini kurasa aku akan mati sekarang. Hati ini sudah terlalu padat dan sesak sehingga tidak ada ruang kosong untuk aku menenangkan diri dari setiap kepenatan dunia. kepala ini pun sudah terlalu dipenuhi oleh pemikiran jahat sehingga aku tidak dapat berfikir jernih akan masalah ini. aku tau kau akan mencercaku! tapi pernahkah kau memikirkan ada sosok yang sebenarnya lebih pantas dicerca? bukan aku melimpahkan keburukanku terhadap orang lain. tetapi tak...