Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Kembali (Lagi)

saat hati selalu tau kemana dia hendak pergi dan dia kembali tersesat di tempat yang sama Tempat dimana dia tau akan sulit mencari jalan keluar Tempat yang akan membuatnya merasa sendiri Tempat dimana dia akan merasa nyaman Tempat dimana pula dia akan terluka Tapi selalu ada teman saat sendiri Dan selalu ada obat penyembuh lukanya Dia tetap percaya atas apa yang dia yakini Bahwa ada saat dimana tempat yang ditujunya sekarang akan membuatnya bahagia Walau memakan waktu yang lama sekalipun Bahkan waktu itu cukup untuk dia berpikir pindah ketempat lain Tapi hanya berpikir untuk itu pun dia tak berhasil Bagaimana dia bisa melakukannya? Pikirannya hanya selalu membawanya kembali Pikirannya hanya mencoba menguatkan kepercayaannya Bahwa tempat ditujunya (lagi) akan membuatnya bahagia Bukan sekarang mungkin besok (Besok dibaca lagi seperti sekarang) Sampai besok yang benar-benar dia impikan. (Bagaimana jika tidak ada besok yang dia harapkan?) Mmmmmm Mungkin dia akan berse...

Perjalanan satu arah

Aku merasa lelah namun tak dapat berhenti Aku merasa sakit namun tak dapat menyerah Sering kucoba untuk berhenti bahkan menyerah Tapi kenangan indah terlintas mencoba untuk menguatkanku Walau tak banyak kenangan indah yang kujalani bersamamu Namun sedikit kenangan indah itu menuntunku untuk kembali kelintasanku Lintasan yang telah kupilih untuk kujalani Lintasanku tidaklah lurus dan semulus yang kukira Banyak kerikil bahkan batu besar yang menghalangi jalanku Apa aku menyesal dengan pilihanku? Tentu tidak, bahkan jika diujung lintasanku aku tak menemukanmu Aku takkan menyesali pilihanku Walau banyak yang memintaku berhenti termaksud kau Aku takkan berhenti sampai diriku sendiri yang meminta aku untuk berhenti Karna jalan yang kupilih kearahmu adalah perjalanan satu arah yang tak ada cara untuk kembali

Temankah Kita?

Jika kalian seorang teman mengatakan aku berubah mungkin kalian belum sungguh mengenaliku atau mungkin kalian yang sebenarnya berubah menanggapi keberadaanku Dan seandainya kau bersikeras mengatakan aku yang berubah mungkin ini karena kalian Kalian yg membuat aku berubah disituasi yang kalian buat Jika memang harus aku yg disalahkan mungkin kalian harus menyadari situasi yang kalian buat Karna pada nyatanya kalian sendiri lah menciptakan situasi yang membuat aku salah Kalian menciptakan seakan akan aku yang bersalah padahal pada nyatanya aku korban diikatan yang kuanggap pertemanan Taukah kalian ada rasa sakit pada situasi yang kalian buat Siapa sebenarnya yang berubah? Siapa sebenarnya yang salah? Ini bukan tentang siapa yang berubah dan siapa yang salah Ini hanya tentang kepercayaan yg terlalu sering dikhianati sehingga membekaskan luka dan rasa ketidakpercayaan kepada kalian seorang teman yg masih kupertanyakan ketemanannya Karena seorang teman pernah memberi tahuk...

Bintang

Malam ini langit begitu gelap, Angin perlahan merasuk kedalam ruanganku. Tapi ada kilauan-kilauan indah yang menghiasi langit yang gelap malam ini. Kilauan-kilauan itu sangat banyak dan bersinar, bahkan bersinar sangat terang Kialauan itu biasa disebut dengan "bintang" Bintang yang begitu banyak dan indah seakan menghiburku,menyeka air mataku untk malam ini. Dari begitu banyak bintang disanalah bintangku, bintang yang paling terang bahkan menyilaukan ketika aku memandangnya. Bintang itu turun kebahuku mencoba menenangkanku dan menuntunku ke dunia mimpi. Membujuk agar melupakan kepedihan yang terjadi, yang membuatku lelah dan menyerah. Aku terlalu lelah untuk berjalan, Mata ini tak dapat memandang karena air mata ini. Tapi aku tetap tersenyum dihadapan cinta yang tak mampu kudapat. Walau masa bahagia kita singkat aku akan menyimpannya di ruang hatiku yang paling dalam. Hanya untuk hari ini biarkan aku menangis, meskipun air mataku sudah terlalu banyak. Karena aku...

Perpisahan dan harapan

Hidup! Suatu proses dimana ada yang datang dan pergi. Karena yang datang pasti akan pergi. Pergi bukan berarti melupakan, pergi bukan akhir dari pertemuan. Pergi hanyalah masalah waktu yang menundakan manusia akan pertemuan kedua. Pada saatnya waktu itu sendiri yang akan mempertemukan. Ini bukan hanya sekedar proses melainkan ini adalah jalan yang harus dilalui oleh manusia untuk hidup yang lebih baik. Dimana kita harus belajar menerima dan melepaskan. Karena Tuhan mempertemukan manusia bukan tanpa tujuan. Annyeong~

Ini adalah kisah si datang, si pergi, dan si pulang

Setiap proses pertemuan pasti menyisahkan kisahnya sendiri Ada yang hanya sekedar datang tanpa makna Ada pula yang datang dan tetap tinggal Ada yang pergi tanpa meninggalkan jejak Ada juga yang pergi sembari mencubit Ini bukan hanya sekedar proses hidup Tetapi ini proses menuju kehidupan yang lebih Dimana kita belajar menerima dan merelakan Karena suatu yang datang pasti akan pergi Dan suatu yang pergi itu akan terganti Tapi ada saat dimana yang pergi akan pulang Dengan kedatangan yang baru Yang tidak akan pernah sama dengan sebelumnya Ini hanya tentang waktu dan rasa yang berbeda Tergantung apa yang dia bawa pada saat pulang Apakah dia pulang dengan kesungguhan Atau dia pulang hanya karena terluka Apapun yang dibawanya saat dia pulang Jika itu kesungguhan aku akan menerimanya Dan jika itu luka aku akan menutupinya semampuku Ini hanyalah keinginan ku yang datang dari “sini” **** Untuk seseorang yang pada saat ini pergi Dan kuharapkan kepulangannya pada ...

Berjalanlah sesuai jalur masing-masing

Dia si pejalan kaki…. Masih terus berjalan dengan tujuan yang pasti Berjalan perlahan dan pada tempatnya Mungkin bisa dibilang lamban dan penuh keraguan Tetap menunduk walau sesekali menatap tujuannya Cara dia berjalan menunjukkan rasa ragu dan takut Dia sangat ingin mencapai tujuannya Tapi disatu sisi dia tidak siap dengan tujuan itu Si pejalan kaki tidak dapat menegaskan hatinya Sampai pada separuh perjalanannya gangguan pun datang si pengendara bermotor …. Dengan kencang melaju menuju tujuan yang sama Dia tidak melaju pada tempatnya yang sudah tersedia Dia lebih memilih merebut tempat si pejalan kaki Sehingga melukai si pejalan kaki yang berjalan menunduk Sehingga mendahului si pejalan kaki yang lamban Apa yang salah dengan manusia saat ini? Mengapa tidak berjalan dijalurnya masing-masing? Mengapa harus mengusik kenyamanan orang? Semoga si pejalan kaki diberi kesabaran dan dapat mencapai tujuannya dan untuk si pengendara bermotor kembali kejalannya

Semuanya ada alasannya

Hai  langit… Tak ada lagi tempatku mengadu saat ini Dia yang biasa menjadi tempatku mengadu sedang berada dipangkuan ibunya. Ibuku? Haruskah aku mengadukan hal yang tidak penting seperti ini? Ibuku hanya menjadi tempatku pulang ketika aku muak dengan dunia. Sebab itu aku memilih mu sebagai alternatif. Tak usah memandangku begitu bukan aku monomer sekiankanmu. Seharusnya kau bangga bisa membantu disaat genting seperti ini. Sudahlah, mengapa kita membahas siapa yang lebih dinomer satukan. Kalau aku hanya memendam ini kurasa aku akan mati sekarang. Hati ini sudah terlalu padat dan sesak sehingga tidak ada ruang kosong  untuk aku menenangkan diri dari setiap kepenatan dunia. kepala ini pun sudah terlalu dipenuhi oleh pemikiran jahat sehingga aku tidak dapat berfikir jernih akan masalah ini. aku tau kau akan mencercaku! tapi pernahkah kau memikirkan ada sosok yang sebenarnya lebih pantas dicerca? bukan aku melimpahkan keburukanku terhadap orang lain. tetapi tak...

Tapi pada nyatanya

Ada hal yang terkadang kusembunyikan Tapi padahal ingin kuteriakkan Hal-hal yang terlalu sakit jika kupendam Tapi terlalu memalukan untuk kuungkapkan Terkadang aku merasa hati ini cukup kuat Tapi pada dasarnya hati ini terlalu lemah Hati yang kuyakini akan terus bertahan Tapi pada nyatanya hati ini ingin menyerah Aku terlalu naïf jika menyalahkan hatiku Karna pada nyatanya hati ini tidak mungkin salah Aku hanya perlu melatih hati ini Agar dia terbiasa mengesampingkanmu sejenak Hatiku selama ini hanya disibukkan tentangmu Sehingga aku membuang waktuku percuma Tetapi  pada kenyataannya sangat berbeda   Hati ini hanya mampu menyembunyikanmu Menyembunyikanmu disudut tersembunyi Agar tak satupun orang tau rasa ini Bahwa sebenarnya aku masih bertahan untukmu